MY LOVELY PRINCE ''JUSTIN BIEBER''

Loading...

Selasa, 15 Februari 2011

KINERJA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH (STUDI KASUS DI Mts Al-Irsyad Jakarta ) PROPOSAL DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS UJIAN AKHIR SEMESTER LIMA DALAM MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN I

KINERJA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH

(STUDI KASUS DI Mts Al-Irsyad Jakarta )

PROPOSAL

DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS UJIAN AKHIR SEMESTER LIMA DALAM MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN I



DZAKIYAH JUANDA

NIM 08020005




FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM ATTAHIRIYAH

JAKARTA 2011

A. Latar Belakang Masalah

Di lingkungan dunia pendidikan diperlukan usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai suatu tujuan tertentu, yang telah disepakati bersama. Salah satu bentuk kerjasama itu diselenggarakan oleh lembaga pendidikan formal yang dipimpin oleh kepala sekolah. [1]

Kepala sekolah sebagai seorang pemimpin mempunyai tanggung jawab secara keseluruhan Administrasi sekolah antara lain bidang personalia. Tanpa personil yang professional program pendidikan yang di bangun di atas konsep-konsep yang bagus dan dirancang dengan teliti pun dapat tidak berhasil. [2]

Kepala sekolah harus membuat perencanaan khususnya dalam bidang pendidikan berarti penyusunan keputusan tentang langkah-langkah yang diambil oleh pemimpin pendidikan dan personal yang lain dalam rangka membantu anak didik untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Dalam menjalankan tugasnya kepala sekolah harus mempunyai kemampuan berkomunikasi, memiliki daya kreasi serta inisiatif yang tinggi dan mampu mendorong semangat para stafnya. Di samping itu pula, kepala sekolah harus mengawasi kegiatan sekolah dalam bentuk pemeriksaan, pengecekkan dan mencari jalan keluar terhadap masalah yang terjadi sehingga dapat dilakukan perbaikan.[3]

Pemimpin pada hakikatnya adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan. Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengarahkan dan mempengaruhi bawahan sehubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakannya. [4]

Kepemimpinan di pandang sebagai produk interaksi interpersonal yang di pengaruhi oleh lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Secara internel, pimpinan fungsional dan operasional harus mampu menguji kelompok internal yang terorganisir dimana di dalamnya terdapat hubungan antar anggota dan terdapat deferensiasi peranan yang akan mempengaruhi pola kebijaksanaan pimpinan.[5]

Kinerja kepemimpinan kepala sekolah dalam kaitannya dengan manajemen berbasis sekolah adalah segala upaya yang dilakukan dengan hasil yang didapat atau yang dicapai oleh kepala sekolah dalam mengimplementasikan MBS di sekolahnyauntuk mewujudkan tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. [6]

Dalam pencapaian visi, misi dan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan bersama oleh warga sekolah, diperlukan kondisi sekolah yang kondusif dan keharmonisan antara tenaga pendidikan yang ada di sekolah antara lain kepala sekolah, guru, tenaga administrasi, dan orang tua murid / masyarakat yang masing-masing mempunyai peran yang cukup besar dalam mencapai tujuan organisasi. [7]

Suatu organisasi akan berhasil dalam mencapai tujuan dan program- programnya jika orang-orang yang bekerja dalam organisasi tersebut dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik sesuai dengan bidang dan tanggung jawabnya. Agar orang-orang dalam organisasi tersebut dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, maka diperlukan seorang pemimpin yang dapat mengarahkan segala sumber daya menuju ke arah pencapaian tujuan. Dalam suatu organisasi, berhasil atau tidaknya tujuan tersebut sangat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu Pemimpin dan orang yang dipimpinnya. Agar kepemimpinan yang dilaksanakan oleh pemimpin tersebut efektif dan efesien, salah satu tugas yang harus dilakukan adalah memberikan kepuasan kepada orang yang dipimpinnya. [8]

Kepemimpinan dalam lingkungan satuan pendidikan selalu melibatkan upaya seorang kepala sekolah untuk mempengaruhi perilaku para pengikut/guru dalam suatu situasi. Agar kepala sekolah dapat melaksanakan fungsi kepemimpinannya, dia bukan saja harus memiliki wibawa tetapi harus memiliki kesanggupan untuk menggunakan wibawa ini terhadap para guru supaya diperoleh kinerja guru yang baik. [9]

Atas dasar latar belakang diatas, maka peneliti bermaksud untuk membahas atau mengkaji dalam bentuk skripsi yang berjudul “KINERJA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DI MADRASAH TSANAWIYAH AL-IRSYAD JAKARTA”

B. Rumusan Masalah

perumusan masalah dari judul penelitian di atas di dapat tiga perumusan, yaitu:

1. Bagaimana kinerja kepemimpinan kepala sekolah di Madrasah Tsanawiyah Al-Irsyad, Jakarta ?

2. Bagaimana peranan kepala sekolah di Madrasah Tsanawiyah Al-Irsyad, Jakarta ?

3. Bagaimana upaya kepala sekolah meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Al-Irsyad, Jakarta ?



C. Pembatasan Masalah

Agar permasalahan penelitian ini tidak terlalu lebar atau meluas maka dibatasi antara lain :

1. Pengertian Kepemimpinan.

Kepemimpinan adalah suatu upaya seseorang yang mencoba mempengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan diri sendiri atau tujuan bersama. Mereka tidak bersaing atau bertentangan dalam mencapai tujuan organisasi.

2. Pengertian Kepala Sekolah

Kepala sekolah adalah motor penggerak, penentu arah kebijakkan sekolah yang akan menentukan bagaimana tujuan-tujuan sekolah dan pendidikan pada umumnya direalisasikan. Sehubungan dengan dengan MBS, Kepala sekolah dituntut untuk senantiasa meningkatkan efektivitas kinerja. Dengan begitu, MBS sebagai paradigma baru pendidikan dapat memberikan hasil yang memuaskan.

D. Tujuan Penelitian

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui “Bagaimana kinerja kepemimpinan kepala sekolah di Madrasah Tsanawiyah Al-Irsyad Jakarta”

E. Kegunaan Penelitian

Adapun kegunaan penelitian ini adalah :

1. Bagi penelitian untuk memperdalam ilmu pengetahuan serta menambah wawasan dalam hal kinerja kepala sekolah.

2. Bagi Madrasah Tsanawiyah Al-Irsyad Jakarta, setelah penelitian ini di harapkan dapat meningkatkan usaha dalam hal kinerja kepala sekolah.

F. Metodologi Penelitian

Adapun metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengumpulan data, untuk mendapatkan data yang valid dalam penelitian ini, peneliti akan mengambil teknik denagan cara observasi. Observasi adalah suatu teknik untuk mengamati secara langsung ataupun tidak langsung terhadap kegiatan-kegiatan yang sedang berlangsung, baik di sekolah maupun diluar sekolah. [10]
Observasi perlu dilakukan karena beberapa alasan, yaitu:
1. Memungkinan untuk mengukur banyak perilaku yang tidak dapat diukur dengan menggunakan alat ukur psikologis yang lain (alat tes). Hal ini banyak terjadi pada anak-anak.
2. Prosedur Testing Formal seringkali tidak ditanggapi serius oleh anak-anak sebagaimana orang dewasa, sehingga sering observasi menjadi metode pengukur utama.
3. Observasi dirasakan lebih mudah daripada cara peugumpulan data yang lain. Pada anak-anak observasi menghasilkan informasi yang lebih akurat daripada orang dewasa. Sebab, orang dewasa akan memperlihatkan perilaku yang dibuat-buat bila merasa sedang diobservasi.

[1] Nanang, Fattah,Landasan Manajemen pendidikan, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 1996), h. 70



[2] Fattah,Landasan Manajemen pendidikan, h, 71



[3] Fattah,Landasan Manajemen pendidikan, h, 72



[4] Nanang, Fattah,Landasan Manajemen pendidikan h, 88

[5] Nanang, Fattah, Landasan Manajemen pendidikan, h, 100



[6] E. mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah, (Bandung: remaja Rosda karya, 2002) h, 126



[7] http://www.scribd.com/doc/15186954/Kepemimpinan-Kepala-Sekolah



[8] http://www.scribd.com/doc/15186954/Kepemimpinan-Kepala-Sekolah





[9] Sudarwan Damin, inovasi pendidikan dalam upaya peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan, (Bandung: Pustaka Setia, 2002) h, 147

[10] Moh. Surya, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, (Bandung: CV. Ilmu, 1975), h. 51


A. Daftar Pustaka

1. http://mastarmudi.blogspot.com/2010/07/pengertian-observasi.html

2. http://www.scribd.com/doc/15186954/Kepemimpinan-Kepala-Sekolah

3. Moh. Surya, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, Bandung: CV. Ilmu, 1975

4. Sudarwan Damin, inovasi pendidikan dalam upaya peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan, Bandung: Pustaka Setia, 2002

5. E. mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung: remaja Rosda karya, 2002

6. Nanang, Fattah,Landasan Manajemen pendidikan, Bandung: Remaja Rosda Karya, 1996

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar