MY LOVELY PRINCE ''JUSTIN BIEBER''

Loading...

Rabu, 05 Januari 2011

LAPORAN HASIL PENELITIAN

BAB I

PENDAHULUAN

Tahap terakhir dalam proses pelaksanaan penelitian adalah tahap menulis laporan hasil penelitian. Betapapun pentingnya teori dan hipotesis suatu penelitian, atau betapapun hati-hati dan telitinya rancangan dan pelaksanaan penelitian itu, atau bagaimanapun hebatnya penemuan-penemuan penelitian itu, semua itu akan kecil hasilnya apabila hasil penelitian tersebut tidak dilaporkan secara tertulis. Peneliti membutuhkan komunikasi dengan pihak lain sehingga pengalaman penelitiannya dapat menambah perbendaharaan untuk kepentingan perkembangan ilmu pengetahuan. [1]

Bentuk, isi, dan cara melaporkan hasil penelitian akan menentukan bagaimana proses penyebaran pengalaman penelitian dapat berlangsung secara semestinya di dalam masyarakat luas. Untuk berhasilnya penyebaran pengalaman penelitian, peneliti perlu mempertimbangkan beberapa pertimbangan seperti: apa yang akan dilaporkan, kepada siapa yang akan menerima laporan itu, dan apa pengaruh penyebaran laporan itu.

Akhirnya, pentingnya penelitian itu akan tergantung pada bagaimana penemuan-penemuan itu didiskusikan dan ditafsirkan. [2]













BAB II

PEMBAHASAN

A. Laporan Hasil Penelitian

Laporan hasil penelitian merupakan salah satu pertanggung jawaban kegiatan penelitian yang dituangkan dalam bahasa tulisan. Langkah terakhir dalam seluruh proses penelitian adalah penyusunan laporan. Laporan ini merupakan langkah yang sangat penting karena dengan laporan itu syarat keterbukaan ilmu pengetahuan dan penelitian dapat dipenuhi. Melalui laporan itulah ilmuwan lain dapat memahami, menilai, jika perlu menguji kembali hasil-hasil penelitian itu, dan dengan demikian pemecahan masalahnya mengalami pemantapan dan kemajuan. [3]

Sesungguhnya hakikat laporan adalah suatu kegiatan penyampaian atau penyajian fakta-fakta dan penilaian-penilaian hasil penelitan yang sudah dilaksanakan. Cirri efektivitas dari sebuah laporan adalah obyektivitas, kelengkapan, kejelasan, singkat, padat, dan berorientasi pembaca. Hal pertama yang harus diketahui oleh penyusunlaporan adalah untuk apa laporan disusun dan kepada siapa laporan akan disampaikan.[4]

Kecerdasan seorang peneliti akan tercermin dalam laporan penelitian yang disusunnya. Karena itu selayaknya penelitian menggarap laporan itu dengan cermat. Laporan harus disusun dan ditulis menurut tatatulis penulisan ilmiah yang lazim. Dewasa ini ada banyak tatatulis penulisan ilmiah yang telah diusulkan orang atau profesi, yang masing-masing dapat dianggap merupakan suatu system yang mempunyai pertimbangan-pertimbangan dan alasan-alasan tertentu. [5]





B. Sasaran Hasil Penelitian

Siapa yang menjadi sasaran (golongan pembaca) hasil penelitian, itu bergantung pada siapa yang melakukan penelitian, tujuan jangka panjang, dan siapa yang menjadi konsumen (penerima) hasil penelitian itu. Terdapat tiga kategori golongan pembaca atau penerima laporan penelitian, yaitu:

1. Kalangan Akademis

Seorang mahasiswa yang menulis skripsi, tesis atau disertasi (untuk memperoleh gelar sarjana master, atau doktor) berdasarkan hasil penelitiannya, yang akan menjadi pembaca utamanya adalah komisi pembimbingnya.[6]

2. Sponsor dari Peneliti

Seseorang yang bekerja dilembaga penelitian atau Universitas diharapkan untuk menyususn laporan bagi pihak lain yang telah memberikan bantuan dana untuk penelitian tersebut (Sponsor), dan sponsor dari penelitian itulah yang menjadi target audience.

3. Masyarakat Umum

Para peneliti dan para sponsor mungkin juga berkeinginan melaporkan hasil penelitian dalam bentuk ikhtisar (Summary), artikel, atau brosur yang dapat dibaca oleh kalangan mayarakat luas. Jika mereka ini yang menjadi target audience maka hal-hal yang bersifat teknis harus dihindarkan dan tulisan harus bersifat popular dan mudah dimengerti

Pada umumnya laporan penelitian akan berhasil apabila hanya ditujukan kepada salah satu pihak golongan pembaca saja yaitu apakah untuk para akademis, apakah untuk para policy maker, apakah untuk masyarakat umum. laporan yang ditujukan untuk memuaskan semua pihak (multipurpose) jarang akan berhasil. [7]







C. Isi dan Bentuk Laporan Penelitian

Bentuk, isi, dan cara melaporkan hasil penelitian harus sesuai dengan tingkat pengetahuan, pengalamannya, dan perhatian dari para golongan pembaca, yaitu kepada siapa hasil penelitian itu diperuntukan. Hal-hal yang diperhatikan dalam laporan penelitian komprehensif ialah sebagai berikut: (1) suatu laporan adalah suatu usaha untuk menceritakan proses dan pengalaman penelitian, (2) Tujuan utama dari suatu laporan bukan berkomunikasi dengan diri sendiri, melainkan untuk berkomunikasi dengan pihak luar yang menjadi pembaca dari laporan itu, [8](3) laporan harus menceritakan apa yang benar-benar telah terjadi dalam proses penelitian, dan bukan sekedar menceritakan apa yang diharapkan akan terjadi, (4) Pengalaman dan penemuan penelitian yang tampaknya tidak ada hubungan dengan tujuan penelitian jangan tergesa-gesa dibuang, (5) laporan jangan hanya memilih menceritakan hal-hal tentang keberhasilan saja, (6) lebih mudah mengganti garis besar rencana tulisan daripada mengganti seluruh draft laporan, (7) peneliti hendaknya jangan mengharapkan bahwa semua pembaca akan mempunyai cukup waktu dan minat untuk membaca seluruh laporan.[9]



















D. Penyusunan Laporan Hasil Penelitian

Penyusunan laporan penelitian umumnya terdiri dari berbagai bagian berupa bab-bab dan setiap babnya dibagi dalam sub bab, pembagiannya dilakukan sesuai dengan keperluan dan kebutuhan dalam penjabarannya. Pada umumnya laporan hasil penelitian terbagi atas tiga bagian, yaitu bagian awal, bagian isi, dan bagian penutup.

1. Bagian Awal terdiri dari : (1) Halaman sampul, (2) Halaman Judul, (3) Halaman Pernyataan Orisinilitas, (4) Halaman Pengesahan, (5) Kata Pengantar, (6) Halaman Pernyataan persetujuan publikasi kerja Ilmiah, (7) Abstrak, (8) Daftar Isi, (9) Daftar Tabel (jika diperlukan), (10) Daftar Gambar (Jika Diperlukan), (11) Daftar rumus (Jika Diperlukan), (12) Daftar Notasi (Jika Diperlukan), (13) Daftar Lampiran (Jika diperlukan).

2. Bagian Isi terdiri dari beberapa bab , yaitu: (1) Bab Pendahuluan, (2) Bab Landasan Teori, (3) Bab-bab dalam bagian Isi skripsi, (4) Bab Kesimpulan.

3. Bagian penutup terdiri dari (1) Daftar Refrensi, (2) Lampiran (jika ada)[10]

















BAB III

KESIMPULAN

Sesungguhnya hakikat laporan adalah suatu kegiatan penyampaian atau penyajian fakta-fakta dan penilaian-penilaian hasil penelitan yang sudah dilaksanakan. Cirri efektivitas dari sebuah laporan adalah obyektivitas, kelengkapan, kejelasan, singkat, padat, dan berorientasi pembaca. Hal pertama yang harus diketahui oleh penyusunlaporan adalah untuk apa laporan disusun dan kepada siapa laporan akan disampaikan. tiga kategori golongan pembaca atau penerima laporan penelitian, yaitu: Kalangan Akademis, Sponsor dari Peneliti, dan Masyarakat Umum.

Hal-hal yang diperhatikan dalam laporan penelitian komprehensif ialah sebagai berikut: suatu laporan adalah suatu usaha untuk menceritakan proses dan pengalaman penelitian, Tujuan utama dari suatu laporan bukan berkomunikasi dengan diri sendiri, melainkan untuk berkomunikasi dengan pihak luar yang menjadi pembaca dari laporan itu, laporan harus menceritakan apa yang benar-benar telah terjadi dalam proses penelitian, dan bukan sekedar menceritakan apa yang diharapkan akan terjadi, Pengalaman dan penemuan penelitian yang tampaknya tidak ada hubungan dengan tujuan penelitian jangan tergesa-gesa dibuang, laporan jangan hanya memilih menceritakan hal-hal tentang keberhasilan saja, lebih mudah mengganti garis besar rencana tulisan daripada mengganti seluruh draft laporan, dan peneliti hendaknya jangan mengharapkan bahwa semua pembaca akan mempunyai cukup waktu dan minat untuk membaca seluruh laporan.

Penyusunan laporan penelitian umumnya terdiri dari berbagai bagian berupa bab-bab dan setiap babnya dibagi dalam sub bab, pembagiannya dilakukan sesuai dengan keperluan dan kebutuhan dalam penjabarannya. Pada umumnya laporan hasil penelitian terbagi atas tiga bagian, yaitu bagian awal, bagian isi, dan bagian penutup.







BAB IV

DAFTAR PUSTAKA

1. Nana Zuriah, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2009



2. Mahsun, Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006



3. Tkplb, “Teknik Penulisan Laporan Hasil Penelitian,” artikel ini diakses pada 22 Desember 2010 dari http//www.tkplb.org/documents/etrainning/laporan-penelitian/3432.wome .html



4. Suryabrata, sumadi, Metodologi Penelitian , Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2005, 44



5. Scribd, “langkah-langkah penulisan laporan penelitian ” artikel ini diakses pada 22 Desember 2010”http://www.scribd.com/doc/11888275/langkahlangkah-penulisan-laporan-penelitian.wome.html

[1] Nana Zuriah, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2009, 225





[2] Mahsun, Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006, 234

[3] Tkplb, “Teknik Penulisan Laporan Hasil Penelitian,” artikel ini diakses pada 22 Desember 2010 dari http//www.tkplb.org/documents/etrainning/laporan-penelitian/3432.wome .html



[4] Suryabrata, sumadi, Metodologi Penelitian , Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2005, 44



[5] Suryabrata, sumadi, Metodologi Penelitian , 45



[6] Mahsun, Metodologi Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006, 236



[7] Nana Zuriah, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2009, 256

[8] Zuriah, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan, 257



[9] Mahsun, Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya, 239

[10] Scribd, “langkah-langkah penulisan laporan penelitian ” artikel ini diakses pada 22 Desember 2010”http://www.scribd.com/doc/11888275/langkahlangkah-penulisan-laporan-penelitian.wome.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar